Di Rumah Duka dr. Icha, Gubernur NTT Janji Kawal Pengusutan Kasus Hingga Tuntas

Hukum Kriminal 29 Jun 2026 09:19 3 min read 59 views By Chrispina

Share berita ini

Di Rumah Duka dr. Icha, Gubernur NTT Janji Kawal Pengusutan Kasus Hingga Tuntas
PEREMPUANCENDANA || KUPANG-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma melayat ke rumah duka d...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma melayat ke rumah duka dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Minggu (28/6/2026).

 

Suasana haru dan duka menyelimuti kediaman keluarga almarhumah. Di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, ayah dr. Icha tak kuasa membendung air mata sambil memohon keadilan atas meninggalnya putrinya yang diduga mengalami intimidasi.

 

"Bapa Gubernur, Bapa Wakil Gubernur, saya minta penegakan keadilan, kebenaran, perlindungan keamanan dan kenyamanan bukan hanya untuk anak saya, tetapi untuk seluruh tenaga kesehatan. Terlalu kejam dan sadis mengambil hidup anak saya. Tolong kami, Bapa," ujarnya dengan suara bergetar.

 

Tangisan juga pecah dari ibunda dr. Icha yang menyampaikan kesedihannya.

 

"Lihat anak ini. Terlalu cantik, Bapa. Hidupnya untuk TTU, tetapi dia juga mati untuk TTU," katanya sambil menangis.

 

Suasana semakin mengharukan ketika adik almarhumah menyampaikan cita-citanya untuk menjadi dokter seperti sang kakak dan meminta dukungan kepada Gubernur.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan serta berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa berduka.

 

Gubernur Melki mengungkapkan, sejak awal dirinya telah menerima laporan mengenai dugaan intimidasi yang dialami dr. Icha dan langsung meminta Bupati TTU serta Ketua DPRD TTU memberi perhatian terhadap persoalan tersebut.

 

"Saya sudah meminta agar persoalan ini diselesaikan dengan baik melalui pertemuan dan dialog. Namun kemudian saya mendapat kabar dokter Icha meninggal dunia. Ini tentu sangat memukul kita semua," katanya.

 

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT akan mengawal penuh proses hukum agar seluruh fakta dapat terungkap.

 

"Kita proses semuanya tanpa kecuali. Saya sudah melihat pernyataan Kapolres TTU dan kita akan mengawal agar proses hukum berjalan dengan baik sampai terang benderang siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini," tegas Gubernur.

 

Menurutnya, surat wasiat yang ditinggalkan dr. Icha dan kini berada di tangan penyidik akan menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan perkara.

 

Selain itu, Gubernur kembali menegaskan bahwa Undang-Undang Kesehatan memberikan perlindungan penuh kepada tenaga medis, dokter, perawat maupun bidan yang bekerja sesuai standar profesi.

 

"Tenaga medis yang bekerja sesuai prosedur tidak boleh mengalami intimidasi, apalagi kekerasan, baik fisik maupun verbal. Siapa pun pelakunya, setinggi apa pun jabatannya, tetap bisa dipidana," ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa dr. Icha menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT dan menjadi momentum untuk memastikan perlindungan serta rasa aman bagi seluruh tenaga kesehatan di daerah ini.

 

"Proses hukum harus berjalan dengan baik sehingga kasus ini dapat diusut hingga tuntas dan memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga dan masyarakat," tegasnya.

 

Pemerintah Provinsi NTT juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten TTU, DPRD TTU, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan psikolog untuk memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan yang masih bertugas pasca-peristiwa tersebut.

Perempuan Cendana