Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Perbatasan

Ekonomi 09 Aug 2026 10:42 • 4 min read • 105 views • By humas BI NTT

Share berita ini

Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Perbatasan
PEREMPUANCENDANA || ATAMBUA– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan Kementerian Pariwisata Rep...

PEREMPUANCENDANA || ATAMBUA– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Belu, serta berbagai instansi dan pemangku kepentingan menyelenggarakan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.

 

Mengusung tema “Rupiah Berdaulat & Bergema di Beranda Negeri”, kegiatan yang berlangsung pada 4–8 Agustus 2026 di Atambua, Kabupaten Belu, ini menjadi wujud kolaborasi untuk memperkuat kedaulatan Rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan melalui edukasi, budaya, pemberdayaan UMKM, dan digitalisasi.

 

Rangkaian Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 meliputi tiga agenda utama, yakni Garuda Championship, Garuda Edukasi & Koordinasi, serta Garuda Entertainment.

 

Garuda Championship menghadirkan berbagai perlombaan bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA di Kota Atambua. Sementara Garuda Edukasi & Koordinasi mencakup edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, QRIS, Pelindungan Konsumen (PEKA), Pasar Murah dengan QRIS, serta bazar yang melibatkan sekitar 120 UMKM lokal.

 

Pada Opening Ceremony Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, Kamis (6/8/2026), Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa penggunaan Rupiah di wilayah perbatasan bukan sekadar persoalan ekonomi dan alat pembayaran, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara.

 

“Rupiah adalah simbol kedaulatan dan identitas bangsa yang perlu dicintai, dibanggakan, dan digunakan dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

 

Pesan ini dinilai semakin relevan bagi wilayah perbatasan yang memiliki intensitas interaksi ekonomi dan mobilitas lintas negara yang tinggi

 

Sementara itu, Kepala Biro Data dan Sistem Informasi Kementerian Pariwisata RI, Nova Arisne, berharap Garuda Sakti Cross Border Fest dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan kawasan perbatasan dan turut mendorong kemajuan Kabupaten Belu di berbagai sektor.

 

Bupati Belu, Willybrodus Lay, juga menyampaikan apresiasi kepada BI NTT dan Kementerian Pariwisata RI serta menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Belu terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 

Opening ceremony turut dihadiri Bupati Timor Tengah Utara, Ketua DPRD Kabupaten Belu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Malaka, Keuskupan Atambua, Agen Konsulat Republik Demokratik Timor-Leste di Atambua, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, unsur Forkopimda Kabupaten Belu, serta jajaran terkait.

 

Pojok Literasi CBP Rupiah Diresmikan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT bersama Bupati Belu turut meresmikan Pojok Literasi CBP Rupiah.

 

Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang mudah diakses masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai cara merawat Rupiah sebagai wujud Cinta Rupiah, menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi sebagai wujud Bangga Rupiah, serta memahami peran Rupiah dalam perekonomian sebagai wujud Paham Rupiah.

 

Kehadiran Pojok Literasi CBP Rupiah juga diharapkan dapat memperkuat nasionalisme dan identitas kebangsaan, khususnya bagi generasi muda di kawasan perbatasan.

 

Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran lebih dari 1.000 orang dalam opening ceremony. Mereka mengikuti berbagai edukasi mengenai CBP Rupiah, QRIS, dan PEKA.

 

Sementara itu, Pasar Murah dengan pembayaran menggunakan QRIS mencatat 420 transaksi. Hal ini sekaligus memperluas pengalaman masyarakat dalam memanfaatkan sistem pembayaran digital.

 

Keterlibatan sekitar 120 UMKM lokal dalam bazar juga menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pasar sekaligus mendorong pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

 

Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 turut menghadirkan pameran produk hasil pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) serta Mobil Literamove sebagai sarana literasi bergerak untuk mendekatkan edukasi kebanksentralan, Rupiah, dan ekonomi digital kepada masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga 8 Agustus 2026 dan ditutup dengan apresiasi kepada para pemenang Garuda Championship serta Guru Penggerak di daerah 3T.

 

Melalui Garuda Sakti Cross Border Fest 2026, BI NTT bersama seluruh mitra strategis berkomitmen untuk terus memperkuat penggunaan dan literasi Rupiah, memperluas digitalisasi pembayaran, serta mendorong UMKM dan aktivitas ekonomi produktif di kawasan perbatasan.

 

Dari beranda negeri, Rupiah hadir sebagai simbol kedaulatan, digitalisasi membuka peluang ekonomi, dan kolaborasi menjadi kekuatan untuk membangun NTT yang semakin maju.

Rupiah Berdaulat, Ekonomi Perbatasan Menguat.

 

Perempuan Cendana