Gubernur Melki : Literasi dan Inklusi Keuangan jadi Fondasi Generasi Muda NTT Hadapi Tantangan Ekonomi
PEREMPUANCENDANA || KUPANG- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini sebagai fondasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata bersama Direktur Dana dan Treasury Bank NTT Heru Helbianto serta jajaran OJK NTT dan Bank NTT di ruang kerja Gubernur NTT, Senin (10/8/2026).
Audiensi tersebut membahas Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam rangka mendukung pelaksanaan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 tingkat Provinsi NTT.
Kepala OJK NTT menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026 tingkat Provinsi NTT akan dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao dan dilaksanakan secara hybrid di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Kegiatan tersebut menargetkan sedikitnya 200.000 pelajar yang terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Target tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menanamkan kebiasaan positif kepada generasi muda NTT agar mampu mengenal, memahami, dan mengelola keuangan secara bijak sejak dini,” ujar Kepala OJK NTT.
Menanggapi program tersebut, Gubernur Melki menegaskan agar gerakan menabung bagi pelajar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan sehingga membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni semata, harus di-follow up agar anak-anak kita memiliki kebiasaan menabung sejak dini,” tegas Gubernur Melki.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah pelajar yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari perubahan perilaku dan tumbuhnya kebiasaan menabung secara berkelanjutan di kalangan generasi muda NTT.
“Gerakan menabung sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter anak-anak NTT menjadi pribadi yang disiplin, mampu merencanakan kebutuhan, menghargai nilai uang, serta memiliki kesadaran untuk mempersiapkan masa depan,” jelas Melki.
Lebih lanjut, Gubernur Melki mengatakan penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Dengan pemahaman keuangan yang baik, para pelajar tidak hanya didorong untuk gemar menabung, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya perencanaan keuangan, penggunaan layanan keuangan secara bijak, serta pembangunan budaya finansial yang sehat.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar program tersebut dapat menjangkau seluruh pelajar, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan akses.
Pelaksanaan secara hybrid di 22 kabupaten/kota menjadi salah satu strategi untuk memastikan semangat Hari Indonesia Menabung dapat dirasakan secara luas oleh anak-anak NTT.
Sinergi Pemerintah Provinsi NTT, OJK, Bank NTT, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan, guru, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar gerakan tersebut tidak berhenti pada satu momentum, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya menabung di kalangan generasi muda NTT.
Turut mendampingi Gubernur NTT dalam audiensi tersebut, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Lerry Lupidara dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selvi Nange
Related Articles