Kupang Digital Fest 2026 Catat 9.870 Transaksi QRIS, BI Percepat Digitalisasi di NTT

Ekonomi 12 Jul 2026 19:08 3 min read 62 views By Chrispina

Share berita ini

Kupang Digital Fest 2026 Catat 9.870 Transaksi QRIS, BI Percepat Digitalisasi di NTT
PEREMPUANCENDANA || KUPANG – Kupang Digital Fest 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur...

PEREMPUANCENDANA || KUPANG – Kupang Digital Fest 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang berhasil mendorong percepatan digitalisasi transaksi masyarakat. Selama dua hari pelaksanaan, festival ini mencatat 9.870 transaksi QRIS Rp1 dan transaksi UMKM senilai Rp157 juta.

 

Kegiatan yang berlangsung pada 10–11 Juli 2026 di halaman Kantor Gubernur NTT itu bertujuan meningkatkan penggunaan transaksi nontunai melalui QRIS, memperkuat literasi pelindungan konsumen, mengampanyekan Cinta Bangga Paham Rupiah, serta memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi NTT.

 

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi penyelenggaraan Kupang Digital Fest 2026. Menurutnya, QRIS menjadi game changer yang mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi digital.

 

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, mengatakan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, pengalaman, dan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital.

 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan digitalisasi kepada kelompok masyarakat dari Kabupaten Lembata dan Kabupaten Alor, penyerahan materi edukasi QRIS, pelindungan konsumen, serta Cinta Bangga Paham Rupiah kepada mitra kerja Bank Indonesia. Pada kesempatan itu juga diluncurkan logo Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT sebagai simbol sinergi transformasi digital sektor pariwisata.

 

Selama festival berlangsung, masyarakat mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, seperti wahana permainan digital dengan transaksi QRIS Rp1, bazar UMKM lokal, QRIS Taputar Championship, Drumband Taputar PeKA Competition, hingga diskusi mengenai transformasi pembayaran digital dan keamanan siber.

 

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya penggunaan QRIS selama kegiatan. Selain mencatat hampir 10 ribu transaksi QRIS Rp1, transaksi pelaku UMKM selama festival mencapai Rp157 juta. Capaian tersebut menunjukkan digitalisasi mampu mempermudah transaksi sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha bagi UMKM lokal.

 

Pada penutupan kegiatan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, mengatakan keberhasilan Kupang Digital Fest tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian acara, tetapi juga dari semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan QRIS, semakin banyak UMKM yang menerima pembayaran digital, serta meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya transaksi yang aman.

 

Festival ini juga menjadi momentum perluasan digitalisasi layanan publik melalui peluncuran QRIS Parkir Kota Kupang yang mulai diterapkan di 10 titik jalan di Kota Kupang hasil kolaborasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perhubungan.

 

Selain itu, panitia mengumumkan enam tim terbaik QRIS Taputar Championship yang akan mewakili NTT pada ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 serta para pemenang Drumband Taputar PeKA Competition sebagai bagian dari kampanye pelindungan konsumen.

 

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus mendukung perluasan penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

 

Melalui kolaborasi tersebut, Kupang Digital Fest 2026 diharapkan menjadi langkah nyata mempercepat transformasi digital, memperkuat daya saing UMKM, serta membangun budaya transaksi digital yang aman, nyaman, dan terpercaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perempuan Cendana